alt

Sasaran, Strategi Pencapaian Standar dan Arah Kebijakan

Sasaran, Strategi Pencapaian Standar dan Arah Kebijakan

Sasaran, Strategi Pencapaian Standar dan Arah Kebijakan
* Meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran melalui kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran blended, dan laboratorium modern.
** Penguatan Kurikulum Kewirausahaan dan Soft Skills : Menyediakan mata kuliah wajib/pilihan seperti "Sistem Informasi Kewirausahaan", "Manajemen Startup Digital", dan "Business Model Canvas". Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, business camp, dan kompetisi ide bisnis digital setiap tahun. Membina minimal 3 tim mahasiswa per tahun untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi yang layak dikomersialisasikan.
*** Integrasi materi kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) ke dalam kurikulum inti dan mata kuliah pilihan. Peningkatan peran inkubator bisnis kampus sebagai wahana pengembangan ide bisnis mahasiswa. Penguatan pembelajaran berbasis proyek (pr
*** Menyesuaikan kurikulum secara berkala dengan tren terbaru dalam ilmu komputer, informatika, dan transformasi digital industri. Melibatkan praktisi industri dan alumni dalam penyusunan dan evaluasi kurikulum untuk menjamin kesesuaian dengan kebutuhan kerj
** Pembinaan Etika Profesional dan Kemandirian Lulusan : Mengadakan kuliah umum atau seminar rutin bertema etika profesi, integritas, dan kepemimpinan setiap semester. Mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti program magang atau KKN Tematik berbasis kewirausahaan sosial. Mendorong keterlibatan mahasiswa dalam membangun dan mengelola unit bisnis mahasiswa (studentpreneur) di lingkungan kampus.
*** Penanaman nilai akhlak mulia dan etika profesi dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik. Penerapan sistem pembinaan karakter dan soft skills secara terintegrasi melalui kegiatan kampus dan organisasi kemahasiswaan. Fasilitasi program magang dan
* Meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan target minimal 20 artikel jurnal terakreditasi per tahun dan 5 proyek pengabdian berbasis teknologi per tahun.
** Penguatan Reputasi Akademik dan Inovasi Berbasis Kewirausahaan : Menyediakan inkubator bisnis dan pusat inovasi kampus (entrepreneurship center) untuk mahasiswa dan alumni. Menyelenggarakan kompetisi inovasi bisnis digital dan program pendanaan startup mahasiswa secara berkala. Meningkatkan kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan lembaga pendanaan (seperti BUMN, Kementerian, venture capital).
*** Mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan entrepreneurship di seluruh program studi. Mendorong setiap program studi menghasilkan output berbasis inovasi dan kewirausahaan (produk, sistem, atau jasa). Meningkatkan peringkat institusi melalui akredita
*** Meningkatkan kehadiran kampus dalam ruang publik digital dan media sosial dengan branding sebagai Entrepreneur University. Menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri dan komunitas wirausaha nasional. Memberikan ruang kepada alumni dan mahasiswa
** Membangun Citra dan Jejaring Universitas sebagai Kampus Entrepreneur : Membentuk unit khusus pengelola branding dan hubungan masyarakat berbasis digital. Mempublikasikan capaian mahasiswa dan alumni wirausaha melalui website, media sosial, dan media massa. Menyelenggarakan event rutin seperti Entrepreneur Expo, Startup Weekend, dan Talkshow Alumni Sukses sebagai sarana promosi dan penguatan jejaring.
*** Mengembangkan struktur dan SDM unit branding kampus dengan kompetensi di bidang komunikasi digital dan manajemen reputasi.
*** Menyusun SOP dan standar visual komunikasi institusi untuk menjaga konsistensi citra.
*** Menyediakan anggaran dan teknologi pendukung (website, social media management tools, content production).
* 3. Mengoptimalkan kegiatan non‑akademik untuk membentuk karakter, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa, dengan partisipasi minimal 80 % mahasiswa dalam ekstrakurikuler, kompetisi, dan pelatihan kepemimpinan.
** Penguatan Tata Kelola Berbasis Prinsip Good University Governance : Melakukan pelatihan manajemen kelembagaan bagi pimpinan dan staf minimal 1 kali per tahun. Menyediakan akses publik terhadap laporan kinerja, keuangan, dan kebijakan strategis kampus melalui website resmi. Melaksanakan audit internal berkala dan tindak lanjut hasil audit untuk perbaikan berkelanjutan.
*** Menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, dan efisiensi dalam pengambilan keputusan akademik dan non-akademik. Mengembangkan sistem informasi manajemen terintegrasi (SIM-PT) untuk menunjang perencanaan, pelaksanaan, dan ev
** Meningkatkan Kemandirian Kelembagaan dan Kualitas Layanan : Membentuk unit-unit usaha kampus (misalnya: training center, pusat sertifikasi, jasa IT, dll.) yang dikelola secara profesional. Mengimplementasikan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) secara menyeluruh di semua unit akademik dan administrasi. Melakukan survei kepuasan pemangku kepentingan (mahasiswa, dosen, mitra, alumni) secara rutin sebagai dasar peningkatan layanan.
*** Mendorong unit usaha, pusat kajian, dan layanan profesional kampus untuk meningkatkan pendapatan non-SPP secara berkelanjutan. Menetapkan standar pelayanan minimal (SPM) bagi seluruh unit dan fakultas dalam memberikan layanan pendidikan, kemahasiswaan, d
* Mewujudkan tata kelola universitas yang profesional, transparan, dan akuntabel, termasuk akreditasi internal, audit transparan, dan pelaporan KPI, demi mencapai akreditasi “Unggul” pada 2030.
** Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Akademik untuk Meningkatkan Akreditasi Membentuk tim khusus akreditasi yang bekerja secara terintegrasi dengan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI). Menyediakan pelatihan dan asistensi penyusunan dokumen akreditasi untuk dosen dan tenaga kependidikan. Menyusun sistem pelaporan dan dashboard indikator mutu secara digital untuk memantau pencapaian per prodi.
*** Meningkatkan kinerja akademik melalui evaluasi rutin pelaksanaan Tridharma, berbasis indikator akreditasi nasional dan internasional. Menyusun dan menyesuaikan dokumen borang akreditasi dengan standar terbaru dari BAN-PT, LAMEMBA, LAMINFOKOM, dsb. Mendo
** Peningkatan Publikasi Ilmiah, Produk Inovatif, dan Dampak Pengabdian kepada Masyarakat : Memberikan insentif dan pendanaan internal untuk penelitian dosen dan mahasiswa. Menyelenggarakan seminar nasional dan internasional sebagai media diseminasi hasil Tridharma. Membangun sistem dokumentasi dan pelaporan pengabdian masyarakat untuk diinput ke dalam sistem akreditasi dan SISTER.
*** Meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian terindeks (SINTA, Scopus, WoS) oleh dosen dan mahasiswa. Mendorong pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil penelitian dan berdampak nyata bagi masyarakat lokal. Menjalin kolaborasi riset dan pengabdia
* Membangun kemitraan strategis dengan minimal 10 industri, 5 lembaga pemerintah, dan 3 institusi internasional untuk program magang, beasiswa, dan joint research.
** Strategi Pencapaian Standar dan Arah Kebijakan : Menyediakan mata kuliah wajib seperti Etika Profesi Teknologi Informasi, Pendidikan Pancasila, dan Kewarganegaraan. Menyelenggarakan pelatihan, seminar, dan workshop berkala tentang etika digital, integritas akademik, dan etika sosial-profesional. Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, dan organisasi kemahasiswaan untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kepemimpinan.
*** Mengintegrasikan nilai-nilai etika profesi, integritas, tanggung jawab sosial, dan profesionalisme ke dalam kurikulum dan kegiatan non-akademik. Menyusun dan menerapkan kode etik mahasiswa dan dosen, serta pedoman perilaku dalam interaksi akademik. Memb
** Pembinaan Berkelanjutan melalui Sistem Pembelajaran Holistik : Menetapkan sistem penilaian aspek sikap dan etika dalam setiap mata kuliah, terutama dalam kerja kelompok dan presentasi. Menyediakan pelatihan bagi dosen pembimbing akademik agar dapat mendampingi mahasiswa tidak hanya secara intelektual, tapi juga moral. Mendorong keterlibatan alumni sukses sebagai pembicara/inspirator untuk berbagi nilai-nilai etika dan profesionalisme di dunia kerja.
*** Menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis karakter (character-based education) dalam setiap proses pembelajaran. Membangun sistem bimbingan akademik dan non-akademik yang memperhatikan perkembangan sikap, perilaku, dan etika mahasiswa. Meningkatkan pe
** Penguatan Kemitraan Strategis untuk Menyediakan Tempat Magang Berkualitas : Menargetkan minimal 3–5 mitra baru tiap tahun yang siap menerima mahasiswa magang di bidang sistem informasi. Menyelenggarakan career day atau internship expo untuk mempertemukan mahasiswa dengan mitra industri secara langsung. Menetapkan tim pendamping magang dari dosen untuk membina dan memantau pelaksanaan magang secara aktif.
* Meningkatkan daya saing internasional melalui akreditasi internasional, pertukaran akademik, dan publikasi bersama institusi luar negeri.
** Penguatan Kurikulum Adaptif dan Relevan dengan Dunia Industri Digital : Melaksanakan review kurikulum setiap 2–3 tahun bersama tim akademik dan stakeholder eksternal. Menyediakan mata kuliah pilihan berbasis kebutuhan industri, seperti DevOps, UI/UX, Machine Learning, Blockchain, dsb. Menyelenggarakan program kuliah tamu, praktisi mengajar, dan studi kasus industri secara rutin dalam perkuliahan.
*** Menyesuaikan kurikulum secara berkala dengan tren terbaru dalam ilmu komputer, informatika, dan transformasi digital industri. Melibatkan praktisi industri dan alumni dalam penyusunan dan evaluasi kurikulum untuk menjamin kesesuaian dengan kebutuhan kerj
** Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Dosen dan Tenaga Pengajar : Menargetkan minimal 70% dosen tersertifikasi (seperti BNSP, Cisco, AWS, Microsoft, CompTIA) dalam lima tahun ke depan. Menyelenggarakan workshop rutin tentang metode pembelajaran aktif dan digital learning tools seperti LMS, e-learning, virtual labs. Membangun kerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi teknologi (misalnya Digital Talent Scholarship, Dicoding, Progate, dsb.)
*** Mendorong dosen untuk mengikuti sertifikasi keahlian nasional dan internasional di bidang informatika dan sistem informasi. Mengadakan pelatihan pedagogi dan teknis secara berkala untuk dosen, baik internal maupun melalui kerja sama eksternal. Memberika
* 80% lulusan terserap di dunia kerja teknologi informasi dalam waktu ≤ 6 bulan setelah lulus, mampu menghasilkan proyek sistem informasi berbasis kebutuhan industri/masyarakat dan aktif berprestasi di kompetisi teknologi tingkat nasional maupun internasional.
* -
** Pengembangan Kurikulum Adaptif dan Kolaboratif Berbasis KKNI dan MBKM : Membentuk Tim Pengembang Kurikulum lintas bidang yang melibatkan dosen, pakar TI, alumni, dan mitra industri. Menyusun dokumen kurikulum lengkap (CPL, CPMK, RPS) yang sesuai dengan SN-DIKTI, KKNI, dan panduan MBKM. Menyediakan mata kuliah pendukung MBKM seperti proyek multidisiplin, kewirausahaan digital, dan studi independen berbasis platform daring.
*** Menyusun kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Mengintegrasikan kegiatan pembelajaran di luar kampus seperti magang, studi independen, riset, dan proyek kemanusiaan
** Integrasi Tren Teknologi Terkini dalam Struktur Kurikulum dan Evaluasi Berkala : Menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) kurikulum bersama industri, alumni, pakar eksternal, dan lembaga profesional. Mengembangkan mata kuliah berbasis tren digital seperti “Fundamental of Cloud Computing”, “Introduction to Machine Learning”, atau “IT Security Management”. Melakukan tracer study untuk alumni secara rutin guna memperoleh feedback relevansi kurikulum dengan dunia kerja.
*** Memasukkan mata kuliah dan topik baru terkait teknologi terkini (AI, Cloud, Big Data, Cybersecurity, Blockchain, dsb.) dalam struktur kurikulum. Melakukan evaluasi dan revisi kurikulum secara berkala (minimal 2 tahun) dengan pendekatan berbasis data dan
** Publikasi dan Dokumentasi Hasil Pengabdian
*** Mewajibkan setiap kegiatan pengabdian terdokumentasi dalam laporan, video, dan artikel media sosial resmi institusi. Mendorong dosen dan mahasiswa mempublikasikan hasil pengabdian dalam jurnal ilmiah, prosiding, atau media online. Menyusun portofolio pengabdian digital yang dapat dijadikan referensi kegiatan berkelanjutan dan promosi prodi.
* -
** Proaktif Membangun Kemitraan Strategis yang Relevan dengan Tridharma Perguruan Tinggi : Menyusun peta peluang kemitraan berdasarkan program studi, potensi lokal, dan tren teknologi global. Mengundang mitra eksternal dalam kegiatan kampus sebagai bentuk sinergi awal, misalnya seminar bersama, pelatihan terbuka, atau hackathon. Menyusun dokumen MoU dan MoA yang operasional dan berkelanjutan sesuai kebutuhan program studi dan institusi.
*** Meningkatkan intensitas pendekatan dan promosi institusi kepada industri, pemerintah, dan perguruan tinggi mitra. Menargetkan kerja sama berbasis program, seperti magang mahasiswa, joint research, kuliah tamu, dan program MBKM. Mengembangkan unit khusus
** Optimalisasi Kerja Sama untuk Mendukung Capaian Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian : Menjalin kolaborasi aktif dengan mitra strategis seperti BUMN, startup digital, kampus luar negeri, dan pemerintah daerah. Menyediakan anggaran dan dukungan administratif untuk kegiatan kerja sama seperti site visit, benchmarking, dan joint activity. Membangun portal kerja sama digital yang memuat database mitra, MoU aktif, agenda kegiatan, dan laporan pelaksanaan.
*** Memanfaatkan kerja sama sebagai instrumen utama untuk memperluas akses magang, penelitian kolaboratif, dan program pertukaran. Menetapkan target minimal 3 kerja sama aktif setiap tahun, baik nasional maupun internasional, dan memastikan pelaksanaan progr
* -
** Sinergi Kurikulum Adaptif melalui Forum Kolaboratif dengan Mitra Industri dan Pakar : Menyusun agenda forum kurikulum yang membahas tren teknologi terbaru, kebutuhan tenaga kerja, dan penguatan soft skills lulusan. Mengundang mitra industri strategis dan alumni sebagai narasumber forum untuk memberikan insight langsung terhadap relevansi kurikulum. Mendokumentasikan hasil forum sebagai dasar revisi kurikulum dan pengembangan mata kuliah baru.
*** Menyelenggarakan Forum Kurikulum Berkala (minimal 1 kali setiap 2 tahun) dengan melibatkan mitra industri, alumni, pakar eksternal, dan asosiasi profesi. Mengidentifikasi dan menyelaraskan kebutuhan kompetensi industri dengan capaian pembelajaran lulusan
** Integrasi Masukan Mitra dalam Perancangan, Implementasi, dan Evaluasi Kurikulum : Menerapkan model pembelajaran berbasis industri (industry-driven learning) pada sebagian mata kuliah. Menyusun rubrik penilaian CPL yang mengakomodasi standar kompetensi kerja dari mitra industri. Melakukan review hasil tracer study alumni dan feedback pengguna lulusan untuk mendukung validasi relevansi kurikulum.
*** Menetapkan mekanisme resmi untuk mengadopsi masukan mitra dalam perumusan CPMK, RPS, dan struktur kurikulum. Mengembangkan mata kuliah atau modul berbasis proyek industri, praktik lapangan, atau studi kasus nyata dari dunia kerja. Memastikan bahwa keter
* -
** Penguatan Kemitraan dengan Dunia Industri dan Instansi Terkait : Menargetkan penambahan minimal 3–5 mitra baru setiap tahun yang bersedia menerima mahasiswa magang. Melaksanakan program “Internship Matching” antara mahasiswa dan mitra industri melalui portal digital atau internship expo. Mengoptimalkan peran dosen pembimbing lapangan dalam menjaga mutu pelaksanaan magang.
*** Menjalin dan memperluas kerja sama aktif dengan instansi pemerintah, perusahaan TI, startup digital, dan lembaga pendidikan yang relevan dengan bidang sistem informasi. Membangun jejaring kemitraan strategis yang mendukung program magang berbasis kompete
** Integrasi Program Magang sebagai Bagian dari Kurikulum Akademik : Menyediakan sistem informasi magang untuk pendaftaran, tracking, dan pelaporan kegiatan magang secara digital. Menyusun rubrik penilaian hasil magang yang melibatkan supervisor industri dan dosen pembimbing. Mendorong pengakuan magang sebagai pengganti skripsi atau tugas akhir, terutama jika menghasilkan luaran berbentuk proyek terapan.
*** Menjadikan magang sebagai bagian dari kurikulum berbasis MBKM dengan bobot SKS yang proporsional (6–12 SKS). Menyusun pedoman pelaksanaan magang yang menjelaskan prosedur, kriteria mitra, luaran, dan sistem evaluasi. Melakukan pemetaan antara profil l
* -
** Membangun Kemitraan Struktural dengan Praktisi dan Industri untuk Kegiatan Pembelajaran : Menetapkan minimal 10% dari total dosen pengampu per tahun berasal dari kalangan praktisi profesional. Melakukan pemetaan mata kuliah prioritas (misal: Proyek Sistem Informasi, Manajemen TI, Cloud & AI, dll.) untuk melibatkan praktisi sebagai pengampu bersama. Membentuk tim kurikulum dan koordinasi akademik yang bertugas menjadwalkan dan memonitor keterlibatan praktisi.
*** Menjalin kerja sama formal dengan perusahaan, lembaga teknologi, dan profesional industri sebagai mitra pengajar (praktisi mengajar). Menyusun kontrak pengajaran (per semester atau per tahun) bagi praktisi industri yang akan terlibat dalam pengampuan mat
** Integrasi Peran Praktisi ke dalam Kurikulum dan Sistem Akademik : Menetapkan minimal 10% dari total dosen pengampu per tahun berasal dari kalangan praktisi profesional. Melakukan pemetaan mata kuliah prioritas (misal: Proyek Sistem Informasi, Manajemen TI, Cloud & AI, dll.) untuk melibatkan praktisi sebagai pengampu bersama. Membentuk tim kurikulum dan koordinasi akademik yang bertugas menjadwalkan dan memonitor keterlibatan praktisi.
*** Menyesuaikan kurikulum agar terbuka terhadap model pengajaran kolaboratif (team teaching dosen–praktisi). Mendorong keterlibatan praktisi dalam penyusunan RPS, penilaian tugas proyek industri, dan pembimbingan magang atau skripsi terapan. Memfasilitas
* -
** Integrasi Studi Kasus Industri dan Proyek Riil dalam Setiap Mata Kuliah yang Diampu Praktisi : Menyediakan format standar template proyek/studi kasus untuk digunakan praktisi dalam pembelajaran. Melibatkan industri dalam desain tugas akhir mata kuliah yang menuntut mahasiswa menyelesaikan masalah nyata. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap luaran proyek mahasiswa oleh dosen dan praktisi bersama.
*** Mewajibkan mata kuliah yang diampu praktisi untuk menyertakan komponen real case studies atau proyek berbasis dunia kerja sebagai bagian dari penilaian. Mengembangkan modul pembelajaran kolaboratif bersama praktisi yang memuat contoh nyata dari industri
** Penjaminan Kualitas Pembelajaran Berbasis Praktisi dan Dunia Nyata : Melakukan pelatihan dan orientasi bagi praktisi terkait metode pengajaran berbasis industri yang selaras dengan kurikulum akademik. Menyusun evaluasi akhir mata kuliah berbasis portofolio proyek mahasiswa, bukan sekadar ujian teori. Menyusun laporan kinerja dan refleksi mahasiswa setiap akhir semester untuk mata kuliah praktisi, yang mencerminkan pencapaian pembelajaran dunia nyata.
*** Mengembangkan pedoman pengajaran bagi praktisi yang menekankan pada relevansi industri dan output praktis. Menetapkan indikator ketercapaian pembelajaran berbasis dunia kerja, seperti jumlah proyek yang diselesaikan, kualitas output, dan kepuasan mitra i
* -
** Pengembangan Kemitraan Strategis melalui MoU/MoA dengan Industri : Menargetkan minimal 2 MoU/MoA baru per tahun dengan mitra industri lokal maupun nasional. Menyediakan unit khusus di tingkat prodi/fakultas yang mengelola dan memperluas jaringan mitra industri. Melaksanakan kegiatan promosi dan forum jejaring seperti kuliah umum, seminar industri, atau diskusi kurikulum bersama mitra.
*** Mengidentifikasi dan menjalin kerja sama baru dengan perusahaan atau instansi industri yang relevan dengan bidang sistem informasi setiap tahun. Menyusun dokumen kerja sama (MoU/MoA) yang mencakup peran serta mitra dalam kegiatan pembelajaran, termasuk p
** Penyediaan Dukungan Pendanaan dan Logistik untuk Program Praktisi Mengajar : Menyusun RAB tahunan yang secara khusus mencakup kegiatan praktisi mengajar dan kemitraan industri. Melibatkan unit penjaminan mutu dan kemahasiswaan dalam mengevaluasi dampak program praktisi mengajar terhadap capaian pembelajaran. Mengintegrasikan kerja sama industri ini ke dalam rencana strategis prodi untuk jangka menengah dan panjang.
*** Mengalokasikan dana dari anggaran prodi/universitas untuk honorarium praktisi, akomodasi, transportasi, atau fasilitas pendukung lainnya. Mengembangkan skema insentif non-finansial, seperti pemberian sertifikat, kolaborasi riset, atau publikasi bersama d
* -
** Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran Mata Kuliah Inti.
*** Menyusun dan meninjau ulang RPS mata kuliah inti setiap tahun agar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Menerapkan metode pembelajaran aktif seperti problem-based learning, case study, dan project-based learning. Menyediakan pelatihan rutin bagi dosen dalam desain pembelajaran inovatif dan integrasi teknologi dalam kelas. Melakukan evaluasi kinerja pengajaran dosen melalui umpan balik mahasiswa dan hasil pembelajaran.
** Pembinaan dan Pendampingan Akademik Mahasiswa
*** Mengaktifkan sistem bimbingan akademik dengan jadwal pertemuan rutin antara dosen wali dan mahasiswa. Memberikan layanan remedial dan mentoring bagi mahasiswa dengan nilai di bawah standar atau potensi akademik rendah. Menyediakan kelas tambahan (clinic class) untuk mata kuliah dengan tingkat kegagalan tinggi.
** Penguatan Kualitas dan Relevansi Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa
*** Menetapkan kebijakan bahwa tugas akhir wajib berbasis pemecahan masalah aktual di dunia nyata (industri, masyarakat, institusi). Mendorong kerja sama dengan mitra industri, pemerintah, dan komunitas sebagai penyedia kasus nyata atau proyek. Menyusun panduan tugas akhir yang mengintegrasikan unsur riset terapan, inovasi, dan penerapan teknologi informasi.
** Integrasi Teknologi Akademik dan Sistem Monitoring
*** Mengembangkan sistem informasi akademik yang dapat memantau capaian IPK dan nilai mata kuliah inti secara berkala. Mengintegrasikan dashboard pelaporan tugas akhir untuk memonitor progres, pembimbingan, dan penyelesaian mahasiswa. Menyediakan platform repository digital tugas akhir yang dapat diakses oleh publik, industri, dan mitra kampus.
* -
** Integrasi Keilmuan Sistem Informasi dalam Kegiatan Pengabdian
*** Mendorong dosen dan mahasiswa untuk merancang kegiatan pengabdian yang fokus pada penerapan sistem informasi, seperti aplikasi desa digital, sistem informasi UMKM, atau pelatihan TIK. Menyediakan template proposal dan panduan pengabdian yang menekankan integrasi solusi digital berbasis kebutuhan masyarakat. Mengutamakan topik pengabdian yang sesuai dengan bidang keilmuan prodi dan berdampak langsung pada transformasi digital masyarakat.
** Kolaborasi Pengabdian antara Dosen, Mahasiswa, dan Mitra Eksternal
*** Melibatkan mahasiswa tingkat akhir dalam kegiatan pengabdian sebagai bagian dari implementasi tugas akhir atau mata kuliah berbasis proyek sosial (community-based learning). Menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah, UMKM, atau organisasi masyarakat sebagai mitra sasaran pengabdian. Mengalokasikan dosen sebagai pembina dan koordinator setiap kegiatan pengabdian berbasis digital.
** Pendanaan dan Fasilitasi Program Pengabdian Digital
*** Menyediakan skema pendanaan internal kampus untuk pengabdian masyarakat, termasuk insentif untuk dosen dan mahasiswa pelaksana. Mendorong pengajuan hibah pengabdian eksternal dari Kemdikbudristek, Pemda, atau mitra industri. Menyediakan fasilitas pendukung seperti laboratorium perangkat lunak, internet, dan ruang pelatihan untuk implementasi program.
** Publikasi dan Dokumentasi Hasil Pengabdian
* -
** Identifikasi dan Pemetaan Kebutuhan Masyarakat Secara Aktif
*** Melakukan survei tahunan atau forum diskusi dengan pihak eksternal (UMKM, sekolah, desa, lembaga sosial) untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata yang relevan dengan bidang sistem informasi. Membentuk tim khusus untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan calon mitra pengabdian masyarakat. Menyusun daftar prioritas program pengabdian berdasarkan urgensi, kebermanfaatan, dan potensi kolaborasi jangka panjang.
** Perluasan dan Penguatan Kemitraan Berbasis Komunitas
*** Menetapkan minimal 3 mitra masyarakat aktif setiap tahun yang dapat diajak bekerja sama dalam program pengabdian berbasis digital. Menyusun nota kesepahaman (MoU/MoA) dengan mitra pengabdian untuk menjamin kesinambungan dan kejelasan peran dalam pelaksanaan program. Mengintegrasikan kegiatan pengabdian ke dalam program CSR, kegiatan desa binaan, atau kolaborasi antar-perguruan tinggi.
** Pelaksanaan Pengabdian yang Solutif, Relevan, dan Berbasis Hasil
*** Merancang kegiatan pengabdian dengan output yang nyata dan dapat langsung dimanfaatkan mitra, seperti aplikasi inventaris UMKM, website sekolah, sistem informasi desa, pelatihan digitalisasi, dan lain-lain. Mewajibkan adanya asesmen awal dan evaluasi pascapelaksanaan untuk memastikan kebutuhan mitra benar-benar terjawab dan solusi dapat diimplementasikan. Melibatkan mahasiswa dalam tahap desain solusi, pelaksanaan, hingga dokumentasi sebagai bagian dari pembelajaran sosial dan penerapan ilmu.
** Dokumentasi, Evaluasi, dan Diseminasi Program Pengabdian
*** Membangun sistem dokumentasi digital berbasis web untuk menyimpan, menilai, dan mempublikasikan kegiatan pengabdian dan hasilnya. Menyelenggarakan seminar pengabdian tahunan untuk menyebarluaskan hasil kepada civitas akademika, mitra, dan publik. Menyusun indikator keberhasilan berbasis dampak sosial dan tingkat pemanfaatan oleh mitra.
* -
** Integrasi Keahlian Teknologi Digital dalam Perencanaan Pengabdian
*** Mewajibkan setiap proposal kegiatan pengabdian menyertakan rencana luaran berbasis teknologi digital sesuai bidang sistem informasi. Menyediakan panduan penyusunan program pengabdian dengan fokus pada solusi digital seperti pengembangan aplikasi, website, dan sistem informasi sederhana. Melibatkan dosen dengan kompetensi praktis di bidang TI dalam pendampingan teknis tim pengabdian.
** Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Pengembangan Produk Digital
*** Mendorong keterlibatan mahasiswa dalam setiap program pengabdian sebagai tim pengembang atau pelatih, untuk meningkatkan kompetensi praktis mereka. Mengintegrasikan tugas akhir atau proyek mata kuliah dengan kegiatan pengabdian untuk menghasilkan produk digital yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mitra. Menyediakan pendampingan teknis dan mentoring oleh dosen atau alumni praktisi TI.
** Fasilitasi Produksi dan Uji Coba Produk Digital
*** Menyediakan infrastruktur pendukung seperti laboratorium komputer, hosting gratis, dan domain untuk publikasi hasil produk digital dari kegiatan pengabdian. Membentuk tim verifikasi internal untuk memastikan kualitas dan kesiapan implementasi produk digital sebelum diserahkan ke mitra. Mendorong uji coba langsung di lapangan bersama mitra masyarakat untuk mendapatkan masukan dan meningkatkan kebermanfaatan.
*** Menyediakan infrastruktur pendukung seperti laboratorium komputer, hosting gratis, dan domain untuk publikasi hasil produk digital dari kegiatan pengabdian. Membentuk tim verifikasi internal untuk memastikan kualitas dan kesiapan implementasi produk digital sebelum diserahkan ke mitra. Mendorong uji coba langsung di lapangan bersama mitra masyarakat untuk mendapatkan masukan dan meningkatkan kebermanfaatan.
** Dokumentasi dan Diseminasi Luaran Produk Digital
*** Mewajibkan dokumentasi setiap luaran digital (aplikasi, pelatihan, website) dalam bentuk laporan, video tutorial, dan artikel blog/web kampus. Menyusun katalog produk digital hasil pengabdian yang dapat digunakan sebagai portofolio prodi dan referensi mitra baru. Mendorong publikasi hasil pengabdian dalam jurnal pengabdian, konferensi nasional, atau platform open-source.
* -
** Monitoring dan Evaluasi Keberlanjutan Kerja Sama
*** Menyusun sistem pelaporan kerja sama berbasis hasil nyata (jumlah kegiatan, kontribusi mitra, dampak pada lulusan). Melibatkan mitra dalam kegiatan peninjauan kurikulum, pembimbingan proyek mahasiswa, dan proses rekruitmen alumni. Mendorong keberlanjutan kerja sama melalui program multi-tahun yang dikembangkan bersama (contoh: pembinaan UMKM, digitalisasi desa, riset bersama).
** Penguatan Peran Prodi dalam Inisiasi dan Pengelolaan Kerja Sama
*** Membentuk tim kerja sama prodi yang bertugas khusus untuk memetakan potensi mitra strategis setiap tahun. Menyusun dokumen standar kerja sama (MoU/MoA) yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan program studi sistem informasi. Mengikutsertakan pimpinan prodi dalam forum nasional/internasional, seminar, dan asosiasi profesi untuk menjalin relasi institusional.
** Sinergi Program Tridharma Perguruan Tinggi dengan Mitra Eksternal
*** Menyusun program kerja sama berbasis proyek nyata seperti penelitian terapan, pengabdian masyarakat, program magang, atau kuliah tamu. Menawarkan kolaborasi yang saling menguntungkan, misalnya penyediaan SDM ahli dari kampus dan akses ke dunia kerja dari mitra. Mengintegrasikan kegiatan bersama mitra ke dalam kegiatan kurikuler (MBKM), seperti magang, studi independen, dan proyek kemitraan.
** Pemetaan dan Penjajakan Mitra Potensial Secara Proaktif
*** Menyusun daftar target mitra baru berdasarkan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan (pemerintah, startup, BUMN, universitas mitra luar negeri). Menyelenggarakan kunjungan institusional atau webinar bersama untuk membangun hubungan awal dengan calon mitra. Mengalokasikan anggaran rutin tahunan untuk keperluan penjajakan dan pengembangan kerja sama strategis.
* -
** Penguatan dan Ekspansi Jaringan Kerja Sama Magang
*** Meningkatkan jumlah institusi mitra melalui penjajakan aktif dengan perusahaan, lembaga pemerintah, dan startup digital. Menyusun MoU/MoA khusus yang mencakup skema magang reguler atau program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Menjalin kerja sama dengan alumni yang telah bekerja di industri untuk menjembatani peluang magang bagi mahasiswa.
** Integrasi Magang dalam Kurikulum Prodi Sistem Informasi
*** Menetapkan magang sebagai mata kuliah wajib atau bagian dari tugas akhir, dengan bobot SKS yang sesuai dan pembimbingan intensif. Menyusun panduan pelaksanaan magang (manual) yang mencakup proses persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Memberikan pembekalan soft skills dan teknis (work readiness program) sebelum magang dilaksanakan.
** Sistem Koordinasi dan Pendampingan Terpusat
*** Membentuk tim koordinator magang di tingkat prodi yang bertugas menghubungkan mahasiswa dengan mitra serta memantau pelaksanaan. Menyediakan platform digital untuk pendaftaran, pelaporan, dan monitoring magang mahasiswa secara terpusat dan real-time. Melibatkan dosen pembimbing lapangan untuk memberikan penilaian dan mendampingi mahasiswa selama kegiatan magang.
** Evaluasi dan Pengembangan Program Magang Berkelanjutan
*** Melakukan evaluasi rutin terhadap kualitas program magang dari sisi mahasiswa, mitra, dan pembimbing internal. Meningkatkan kualitas dan relevansi tempat magang berdasarkan bidang sistem informasi dan kebutuhan kompetensi lulusan. Menyusun database alumni dan mitra magang untuk referensi pengembangan karier serta penciptaan jejaring industri.
* -
** Peningkatan Kualitas Pengajaran Mata Kuliah Etika Profesi dan TI
*** Menugaskan dosen pengampu yang kompeten di bidang etika teknologi dan memiliki pengalaman praktik industri. Mengembangkan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) berbasis studi kasus nyata, isu kontemporer, dan tantangan etika di dunia digital. Mendorong penggunaan metode pembelajaran aktif seperti debat etik, simulasi kode etik profesi, dan diskusi kelompok terarah.
** Penjaminan Ketercapaian Hasil Belajar Mahasiswa
*** Menyusun sistem asesmen yang terstruktur untuk mengukur pemahaman konsep etika dan kemampuan penerapannya dalam konteks sistem informasi. Memberlakukan ketentuan bahwa mahasiswa harus memperoleh nilai minimal “B” sebagai standar kelulusan mata kuliah ini. Memberikan kesempatan remedial terstruktur bagi mahasiswa yang belum mencapai nilai minimal, dengan pendekatan pembelajaran personalisasi.
** Integrasi Etika Profesi dalam Kultur Akademik Kampus
*** Menyelenggarakan seminar dan kuliah umum berkala tentang isu etika dan profesi teknologi informasi dengan narasumber eksternal. Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian atau proyek sosial berbasis teknologi untuk menginternalisasi nilai etika dan tanggung jawab sosial. Mendorong mahasiswa untuk menyusun refleksi etika dalam tugas akhir atau proyek berbasis TI.
** Monitoring dan Evaluasi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
*** Melakukan evaluasi hasil pembelajaran setiap semester untuk mengetahui tingkat pencapaian nilai dan pemahaman mahasiswa terhadap materi. Mengintegrasikan indikator nilai mata kuliah etika dalam evaluasi capaian profil lulusan. Menyesuaikan isi materi secara berkala dengan perkembangan isu etika teknologi terbaru seperti AI ethics, privasi data, dan keamanan siber.